Fugasitas
Lailatul Fitria
(16630034)
KIMIA A
Kata "Fugasitas"
berasal dari bahasa Latin untuk "fleetness", yang sering diartikan
sebagai "kecenderungan untuk melarikan diri atau melarikan diri". Konsep
Fugasitas diperkenalkan oleh kimiawan Amerika Gilbert N. Lewis pada tahun 1901.
Fugasitas gas nyata
secara formal didefinisikan oleh persamaan analog dengan hubungan antara potensial
kimia dan tekanan gas ideal.
Secara umum, potensial kimia (μ) didefinisikan sebagai molar parsial energi
bebas Gibbs. Namun untuk setiap bahan murni, itu sama dengan molar energi
bebas Gibbs, dan variasi dengan suhu (T) dan tekanan (P) diberikan oleh Pada suhu
konstan, ungkapan ini dapat diintegrasikan sebagai fungsi dari P. Kita juga harus
mengatur keadaan referensi. Untuk gas ideal negara referensi hanya bergantung
pada tekanan, dan kita menetapkan
P = 1 bar
Untuk gas
nyata, tidak dapat dihitung karena tidak ada ekspresi sederhana untuk gas
'volume molar nyata. Bahkan jika menggunakan ekspresi perkiraan seperti persamaan
van der Waals, yang Redlich-Kwong atau persamaan lain negara, itu akan
tergantung pada substansi yang dipelajari dan karena itu akan menjadi alat yang
sangat terbatas. Selain itu, potensi kimia tidak matematis berperilaku baik.
Ini mendekati tak terhingga negatif tekanan mendekati nol dan hal ini
menciptakan masalah dalam melakukan perhitungan nyata.Sangat diharapkan bahwa
ekspresi untuk potensial kimia gas nyata 'untuk menjadi serupa dengan satu
untuk gas ideal. Oleh karena itu kita dapat menentukan kuantitas, yang disebut
Fugasitas. Ini adalah
bentuk yang biasa dari definisi, tetapi dapat diselesaikan untuk f untuk
mendapatkan bentuk eksplisit setara :
f = f 0exp
MACAM-MACAM FUGASITAS
Fugasitas dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
1.
Fugasitas untuk komponen tunggal.
2.
Fugasitas untuk multi komponon : Fugasitas zat cair dan gas.
Fugasitas merupakan modifikasi terhadap tekanan uap untuk
menggambarkan kecenderungan lepasnya suatu molekul dari satu fasa menuju fasa
lainnya.
Kesetimbangan
termodinamika merupakan terdistribusinya komponen-komponen dalam semua fase
pada suhu, tekanan dan fugasitas tertentu, sehingga akan ada kesamaan tekanan,
suhu dan fugasitas masing-masing komponen dalam semua fase yang berada dalam
keseimbangan. Jika fase uap dan cairan berada dalam keseimbangan maka:
Tv = Tl
Pv = Pl
fi v = fi l ..................................................................................................................... (1)
Fugasitas
komponen i dalam keadaan uap :
fi v = yi . Φi . P .......................................................................................................... (2)
Fugasitas
komponen i dalam keadaan cair :
fi l = xi . γi . fL .......................................................................................................... (3)
Untuk gas
ideal pada tekanan rendah, perbedaan P dan Psat adalah kecil
sehingga harga (P = Pisat) mendekati
nol. Hal ini menyebabkan harga eksponensialnya mendekati 1. Juga pada keadaan
tersebut harga Φi = Φisat = 1, sehingga harga Φi mendekati 1.
Kesetimbangan sistem biner menggambarkan distribusi suatu komponen diantara
fasa uap dan fasa cair sehingga diperlukan persamaan yang menghubungkan fraksi
mol fasa cair “x” dan fraksi mol fasa uap “y”. Dari hal tersebut
koefisien-koefisien aktifitas dapat ditulis:
ɤt = ……....................................................................................................... (4)
Ada sebuah
hubungan thermodinamika yang biasa digunakan untuk memprediksi harga koefisien
aktifitas yaitu persamaan Gibbs-Duhem. Pada hakekatnya persamaan ini menyatakan
bahwa dalam suatu campuran, koefisien aktifitas tiap komponennya tidak bebas
satu terhadap yang lainnya melainnkan berkorelasi melalui sebuah persamaan
differensial. Untuk campuran biner pada suhu dan tekanan konstan Gibbs-Duhem
menyatakan persamaannya :
X1 +
x2 = 0
..........................................................................(5)
KOEFISIEN FUGASITAS SENYAWA MURNI DARI BEBERAPA PERSAMAAN
KEADAAN:
1.
Van Der Walls
3. Redlich-Kwong
4. Soave-Redlich-Kwong
KESEIMBANGAN FASA UAP-CAIR
Data kesetimbangan uap cair merupakan data termodinamika yang diperlukan dalam
perancangan dan pengoperasian kolom-kolom distilasi. Contoh nyata penggunaan
data termodinamika kesetimbangan uap cair dalam berbagai metoda perancangan
kolom distilasi packed column dan tray column dapat dilihat pada Treyball 1982
dan King 1980. Data kesetimbangan uap cair dapat diperoleh melalui eksperimen
dan pengukuran. Namun, percobaan langsung yang betul-betul lengkap baru dapat
diperoleh dari serangkaian metoda pengukuran. Percobaan langsung yang
betul-betul lengkap memerlukan waktu yang lama dan biaya yang besar, sehingga
cara yang umum ditempuh adalah mengukur data tersebut pada beberapa kondisi
kemudian meringkasnya dalam bentuk model-model matematik yang relatif mudah
diterapkan dalam perhitungan-perhitungan komputer. Pengembangan model matematik
tersebut juga harus memiliki landasan teoretik yang tepat sehingga penerapannya
di luar batas-batas pengembangannya dapat dipertanggungjawabkan.
Percobaan ini bertujuan memperoleh
data kesetimbangan uap cair sistem biner. Data yang diperoleh dikorelasikan
dalam bentuk model-model termodinamik. Penaksiran parameter-parameter model
dilaksanakan dengan regresi tidak linear berdasarkan kriteria jumlah kuadrat
terkecil.
Agar sasaran percobaan di atas dapat
tercapai dengan baik, sebagai persiapan pembicaraan awal praktikan harus
menguasai materi sebagai berikut:
1.
Teori kesetimbangan uap cair (Daubert 1985, Smith dan Van
Ness 1987, Sandler 1989, Prausnitz dkk 1986, dan lain-lain)
2.
Teknik-teknik pengukuran kesetimbangan uap cair
(kesetimbangan fasa Walas 1985, Black 1987)
3.
Pengujian konsistensi data kesetimbangan uap cair (Lu 1960)
4.
Teknik minimasi multivariabel dengan menggunakan metoda
Simpleks (Reklaitis 1982, Edgar dan Himmelblau 1988, diktat kuliah teknik
optimasi Soerawidjaja, 1990)
5.
Metoda analisis kromatografi gas dan index bias
KESEIMBANGAN FASA UAP-CAIR UNTUK ZAT
MURNI
Fugasitas
di fasa uap dinyatakan dalam bentuk koefisien fugasitas yang didefinisikan
sebagai perbandingan antara fugasitas di fasa uap dan tekanan parsial komponen.
Fugasitas di fasa cair umumnya dinyatakan dalam bentuk koefisien aktifitas yang
didefinisikan sebagai perbandingan antara fugasitas di fasa cair dan hasil kali
antara fraksi mol komponen di fasa cair dan fugasitas komponen pada keadaan standar
dalam perhitungan-perhitungan koefisien aktifitas adalah kondisi cairan murni.
Persamaan untuk zat murni dalam
keadaan uap jenuh :
Untuk cair jenuh:
Proses perubahan fasa
dari uap menjadi cair atau sebaliknya terjadi pada T dan P konstan (Pisat).
Pada kondisi ini:
SUMBER:
Heftmann, Erich. 2011. Chromatography:
Fundamentals and Applications of Chromatographic and Electrophoretic Methods.
Part A: Fundamentals and Techniques (Journal of
Chromatography Library). Penerbit Elsevier.
Valsaraj, Kalliat
T.; dan Elizabeth M.
Melvin. 2009. Elements of
Environmental Engineering: Thermodynamics and Kinetics, Third Edition. Penerbit
CRC Press
Anderson, Greg
M.; David A. Crerar. 1993. Thermodynamics
in Geochemistry: The Equilibrium Model. Penerbit Oxford University
Press

0 komentar :
Posting Komentar